Bismillahirrahmanirrahim
*❣APABILA INGIN BERTEMAN❣*
✔Apabila kau ingin berteman, janganlah karena kelebihannya,
๐Karena mungkin dengan satu kelemahan, kau mungkin akan menjauhinya..
✔Andai kau ingin berteman, janganlah karena kebaikkannya,
๐Karena mungkin dengan satu keburukkan, kau akan membencinya..
✔Andai kau inginkan sahabat yang satu, janganlah karena ilmunya,
๐Karena apabila dia buntu, kau mungkin akan memfitnahnya..
✔Andainya kau inginkan seorang teman, janganlah karena sifat cerianya,
๐Karena andai dia tdk pandai menceriakan, kau mungkin akan menyalahkannya..
✔ Andai kau ingin bersahabat, terimalah dia seadanya,
๐Karena dia seorang sahabat, yang hanya manusia biasa..
❤Jangan diharapkan sempurna, karena kau juga tidak sempurna
*✍Tiada siapa yang sempurna ,*
*๐Tapi bersahabatlah karena Allah SWT semata๐
sopi fadilah
Kamis, 01 Desember 2016
Rabu, 30 November 2016
PENGHALANG ANTARA SEORANG HAMBA DENGAN ALLAH
๐ซPENGHALANG ANTARA SEORANG HAMBA DENGAN ALLAH๐ซ
☑ Kewajiban kita adalah memperingatkan manusia agar waspada terhadap penghalang-penghalang yang menjauhkannya dari jalan Allah serta menghalanginya dari keridhaan-Nya.
〰
๐ซ Ada tiga penghalang yang berbahaya:
1⃣ SYIRIK (menyekutukan Allah) dalam beribadah kepada-Nya.
2⃣ BID'AH (membuat perkara baru) dalam urusan agama.
3⃣ MAKSIAT (berbuat dosa) dengan segala jenisnya.
〰
๐ซ Adapun penghalang yang berupa syirik (menyekutukan Allah) :
๐๐ป Maka cara melepaskan diri darinya adalah dengan ikhlash kepada Allah dalam bertauhid, serta mengEsa-kan-Nya dalam beribadah.
〰
๐ซ Sedangkan penghalang yang berupa bid'ah (membuat perkara baru dalam urusan agama) :
๐๐ป Maka cara melepaskan diri darinya adalah dengan berpegang teguh terhadap sunnah serta mengikuti petunjuk Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam.
〰
๐ซ Adapun penghalang yang berupa maksiat :
๐๐ป Maka cara melepaskan diri darinya adalah dengan menjauhi kemaksiatan tersebut serta bertaubat nashuh (dengan sebenar-benarnya) ketika terjerumus kepadanya.
*****
(Syaikh Abdur Razzaaq Al-Badr hafizhahullah)
*****
๐น FB Arfah Ummu Faynan
๐ธ๐ฆ Makkah, 06022014M
☑ Kewajiban kita adalah memperingatkan manusia agar waspada terhadap penghalang-penghalang yang menjauhkannya dari jalan Allah serta menghalanginya dari keridhaan-Nya.
〰
๐ซ Ada tiga penghalang yang berbahaya:
1⃣ SYIRIK (menyekutukan Allah) dalam beribadah kepada-Nya.
2⃣ BID'AH (membuat perkara baru) dalam urusan agama.
3⃣ MAKSIAT (berbuat dosa) dengan segala jenisnya.
〰
๐ซ Adapun penghalang yang berupa syirik (menyekutukan Allah) :
๐๐ป Maka cara melepaskan diri darinya adalah dengan ikhlash kepada Allah dalam bertauhid, serta mengEsa-kan-Nya dalam beribadah.
〰
๐ซ Sedangkan penghalang yang berupa bid'ah (membuat perkara baru dalam urusan agama) :
๐๐ป Maka cara melepaskan diri darinya adalah dengan berpegang teguh terhadap sunnah serta mengikuti petunjuk Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam.
〰
๐ซ Adapun penghalang yang berupa maksiat :
๐๐ป Maka cara melepaskan diri darinya adalah dengan menjauhi kemaksiatan tersebut serta bertaubat nashuh (dengan sebenar-benarnya) ketika terjerumus kepadanya.
*****
(Syaikh Abdur Razzaaq Al-Badr hafizhahullah)
*****
๐น FB Arfah Ummu Faynan
๐ธ๐ฆ Makkah, 06022014M
*Sudah Pantaskah Kita?*
*Sudah Pantaskah Kita?*
Orang bilang, jatuh cinta adalah kewajaran. Bahwa itu adalah perasaan yang diberikan oleh Allah yang memang sudah menjadi bagian dari fitrahnya. Sehingga, manusia tak akan bisa menghindarinya.
Maka saat perasaan itu tumbuh pada lawan jenis, sesungguhnya itu tidak berdosa. Dosa akan dihitung dengan bagaimana kita menginterpretasikannya. Apakah dengan cara yang buruk atau baik?
Lantas saat perasaan itu tak bisa kita hindari, dan saat perasaan itu muncul pada orang yang kita anggap lebih tinggi ilmu agamanya, kita merasa berat untuk memikulnya. Rasanya hanya doa dan harapan yang tinggi yang bisa kita panjatkan.
Dalam hati kecil kita selalu bertanya, pantaskah aku mengharapkannya? Pantaskah aku mencintainya? Pantaskah aku mendoakannya dan memohon pada Allah untuk bersama dengannya?
Sesungguhnya kita lupa bahwa Allah lah yang menentukan segalanya. Yang perlu kita lakukan adalah memantaskan diri. Tak perlu memusingkan dan terobsesi bahwa perubahan kita adalah untuknya. Cukup lakukan semua hanya sebab Allah semata.
Maka jika dia memang yang terbaik untuk hidup dan akhirat kita. Allah gerakkan hatinya untuk segera mendekat dengan cara apapun. Kita hanya perlu percaya, bahwa Allah tak akan mengingkari apa yang dijanjikannya.
Kalau yang tak diharapkan bukan yang terbaik untuk kita. Allah gantikan dengan sesuatu yang hebat yang lebih baik.
Maka, sudah pantaskah kita menerima yang terbaik sebagai hadiah atas kesungguhan usaha kita?
Eni Ristiani (Tim Penulis #IndonesiaTanpaPacaran)
IG @eniristian1
-----
Orang bilang, jatuh cinta adalah kewajaran. Bahwa itu adalah perasaan yang diberikan oleh Allah yang memang sudah menjadi bagian dari fitrahnya. Sehingga, manusia tak akan bisa menghindarinya.
Maka saat perasaan itu tumbuh pada lawan jenis, sesungguhnya itu tidak berdosa. Dosa akan dihitung dengan bagaimana kita menginterpretasikannya. Apakah dengan cara yang buruk atau baik?
Lantas saat perasaan itu tak bisa kita hindari, dan saat perasaan itu muncul pada orang yang kita anggap lebih tinggi ilmu agamanya, kita merasa berat untuk memikulnya. Rasanya hanya doa dan harapan yang tinggi yang bisa kita panjatkan.
Dalam hati kecil kita selalu bertanya, pantaskah aku mengharapkannya? Pantaskah aku mencintainya? Pantaskah aku mendoakannya dan memohon pada Allah untuk bersama dengannya?
Sesungguhnya kita lupa bahwa Allah lah yang menentukan segalanya. Yang perlu kita lakukan adalah memantaskan diri. Tak perlu memusingkan dan terobsesi bahwa perubahan kita adalah untuknya. Cukup lakukan semua hanya sebab Allah semata.
Maka jika dia memang yang terbaik untuk hidup dan akhirat kita. Allah gerakkan hatinya untuk segera mendekat dengan cara apapun. Kita hanya perlu percaya, bahwa Allah tak akan mengingkari apa yang dijanjikannya.
Kalau yang tak diharapkan bukan yang terbaik untuk kita. Allah gantikan dengan sesuatu yang hebat yang lebih baik.
Maka, sudah pantaskah kita menerima yang terbaik sebagai hadiah atas kesungguhan usaha kita?
Eni Ristiani (Tim Penulis #IndonesiaTanpaPacaran)
IG @eniristian1
-----
Langganan:
Postingan (Atom)