Rabu, 30 November 2016

PENGHALANG ANTARA SEORANG HAMBA DENGAN ALLAH

🚫PENGHALANG ANTARA SEORANG HAMBA DENGAN ALLAH🚫

☑ Kewajiban kita adalah memperingatkan manusia agar waspada terhadap penghalang-penghalang yang menjauhkannya dari jalan Allah serta menghalanginya dari keridhaan-Nya.

🚫 Ada tiga penghalang yang berbahaya:

1⃣ SYIRIK (menyekutukan Allah) dalam beribadah kepada-Nya.

2⃣ BID'AH (membuat perkara baru) dalam urusan agama.

3⃣ MAKSIAT (berbuat dosa) dengan segala jenisnya.

🚫 Adapun penghalang yang berupa syirik (menyekutukan Allah) :

πŸ‘‰πŸ» Maka cara melepaskan diri darinya adalah dengan ikhlash kepada Allah dalam bertauhid, serta mengEsa-kan-Nya dalam beribadah.

🚫 Sedangkan penghalang yang berupa bid'ah (membuat perkara baru dalam urusan agama) :

πŸ‘‰πŸ» Maka cara melepaskan diri darinya adalah dengan berpegang teguh terhadap sunnah serta mengikuti petunjuk Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam.

🚫 Adapun penghalang yang berupa maksiat :

πŸ‘‰πŸ» Maka cara melepaskan diri darinya adalah dengan menjauhi kemaksiatan tersebut serta bertaubat nashuh (dengan sebenar-benarnya) ketika terjerumus kepadanya.

*****
(Syaikh Abdur Razzaaq Al-Badr hafizhahullah)
*****

🌹 FB Arfah Ummu Faynan

πŸ‡ΈπŸ‡¦ Makkah, 06022014M

*Sudah Pantaskah Kita?*

*Sudah Pantaskah Kita?*


Orang bilang, jatuh cinta adalah kewajaran. Bahwa itu adalah perasaan yang diberikan oleh Allah yang memang sudah menjadi bagian dari fitrahnya. Sehingga, manusia tak akan bisa menghindarinya.

Maka saat perasaan itu tumbuh pada lawan jenis, sesungguhnya itu tidak berdosa. Dosa akan dihitung dengan bagaimana kita menginterpretasikannya. Apakah dengan cara yang buruk atau baik?

Lantas saat perasaan itu tak bisa kita hindari, dan saat perasaan itu muncul pada orang yang kita anggap lebih tinggi ilmu agamanya, kita merasa berat untuk memikulnya. Rasanya hanya doa dan harapan yang tinggi yang bisa kita panjatkan.

Dalam hati kecil kita selalu bertanya, pantaskah aku mengharapkannya? Pantaskah aku mencintainya? Pantaskah aku mendoakannya dan memohon pada Allah untuk bersama dengannya?

Sesungguhnya kita lupa bahwa Allah lah yang menentukan segalanya. Yang perlu kita lakukan adalah memantaskan diri. Tak perlu memusingkan dan terobsesi bahwa perubahan kita adalah untuknya. Cukup lakukan semua hanya sebab Allah semata.

Maka jika dia memang yang terbaik untuk hidup dan akhirat kita. Allah gerakkan hatinya untuk segera mendekat dengan cara apapun. Kita hanya perlu percaya, bahwa Allah tak akan mengingkari apa yang dijanjikannya.

Kalau yang tak diharapkan bukan yang terbaik untuk kita. Allah gantikan dengan sesuatu yang hebat yang lebih baik.

Maka, sudah pantaskah kita menerima yang terbaik sebagai hadiah atas kesungguhan usaha kita?


Eni Ristiani (Tim Penulis #IndonesiaTanpaPacaran)
IG @eniristian1
-----